Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 menyebabkan pemerintah kembali memberlakukan PPKM. Pemberlakuan PPKM tentunya membatasi mobilitas masyarakat sehingga masyarakat menghabiskan waktunya di rumah saja. Selain itu kegiatan belajar dan mengajar juga belum efektif apabila dilakukan secara offline mengingat meningkatnya kasus covid-19. Terlebih lagi PPKM mengalami perpanjangan di setiap minggunya. Hingga akhir bulan Agustus, Presiden Indonesia telah mengumumkan bahwa PPKM diperpanjang dan level PPKM turun ke PPKM level 3 untuk wilayah Jawa-Bali sehingga momen perayaan HUT RI ke-76 sebagain besar hanya dilakukan secara virtual. Meskipun begitu, perayaan HUT RI ke-76 tetap dilaksanakan di Istana Negara dengan protokol kesehatan yang ketat,

Mengingat bulan Agustus adalah bulan dimana rakyat Indonesia merayakan kemerdekaannya tentunya semangat kemerdekaan berkobar seiring menyambut hari kemerdekaan. Di bulan Agustus ini juga bertepatan dengan diadakannya salah satu program Racana Udayana-Mahendradatta yakni Sharing With Racana Udayana Mahendradatta atau disingkat ShawRum Chapter 3. ShawRum Chapter 3 tahun 2021 ini mengambil tema “Sinergi Pemuda Untuk Negeri.” Tema ini diangkat karena bulan pelaksaannya bertepatan dengan bulan kemerdekaan Indonesia dimana semangat nasionalisme, perjuangan, toleransi harus tetap terjaga. Pemuda sebagai bagian dari masyarakat berperan penting dalam meningkatkan nasionalisme terutama menumbuhkan perannya sebagai peran social.

Sharing With Racana Udayana-Mahendradatta ini telah terlaksana pada tanggal 21-22 Agustus 2021 secara online melalui aplikasi Zoom Meeting. ShawRum chapter 3 diikuti oleh sekitar 50 an peserta yang didominasi oleh kalangan siswa dan mahasiswa. ShawRum chapter 3 menghadirkan empat pembicara yang sudah kompeten di bidangnya.

Pada hari pertama, 21 Agustus 2021, diadakan webinar yang diisi oleh dua pembicara dengan subtema yang berbeda. Kak Javents Lumbatonbing selaku pembicara pertama membawakan materi dengan subtema “Peran Pemuda dalam Lingkungan Sosial.” Kak Javent merupakan Koordinator Utama Sekolah Tanpa Gedung 2021. Tak diragukan lagi kiprahnya, ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden Mahasiswa BEM PM Universitas Udayana 2019. Dilanjutkan dengan sesi kedua yang dibawakan oleh Kak Made Agung Ari Yasa, S.Pd., M.Pd.H. Kak Agung membahas materi dengan subtema “Peran Anggota Pramuka Sebagai Gerakan Kepanduan.” Kak Agung merupakan seoranng guru sekaligus menjadi tim pelatih pusdiklat candradimuka kwartir nasional. Pengalaman kepramukaannya sudah tidak diragukan lagi. Selain diisi oleh kedua pembicara yang kompeten, webinar ShawRum Chapter 3 dipandu oleh seorang moderator bernama Ni Putu Tarisa Mahadewi yang kerap menjadi moderator ataupun MC di acara Racana Udayana-Mahendradatta lainnya.

Beranjak ke hari kedua, 22 Agustus 2021, kegiatan ShawRum Chapter 3 dilanjutkan dengan acara talkshow. Sama seperti kegiatan webinar, talkshow kali ini juga menghadirkan dua pembicara kompeten di bidangnya. Materi pertama dengan subtema “Optimalisasi Pemuda Sebagai Agent of Change” dibahas oleh Kak Lucky Darmawan. Kak Lucky merupakan mahasiswa jurusan Hukum Universtas Udayana. Ia pernah menjabat sebagai Ketua BEM FH Unud periode 2020/2021. Selain itu ia juga kerap menjadi narasumber kegiatan lain di lingkup universitas. Kemudian, talkshow sesi kedua dibawakan oleh Kak Surya Wirasdyartha. Kak Surya membahas subtema “Sinergi Pemuda selaku Social  Control” sekaligus menjadi materi penutup dalam rangkaian acara ShawRum Chapter 3 2021. Kak Surya merupakan salah satu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan berkuliah di luar negeri.

Seperti yang kita ketahui, pemuda berperan penting dalam menyukseskan pembangunan di negeri ini. Saat ini adalah saatnya pemuda yang bergerak menjadi tulang punggung untuk memajukan bangsa. Penduduk yang berstatus pemuda saat ini akan mendominasi populasi bonus demografi di masa depan yang diperkirakan pada tahun 2030 hingga 2040. Pada periode itulah penduduk usia produktif diperkirakan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk.

“Pemuda diharapkan mampu membawa pola pikir dan cara hidup positif dan mengaplikasikannya dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu pemuda memiliki peran yang signifikan  dalam lingkungan sosialnya. Masyarakat sangat membutuhkan pihak yang mampu memberikan mereka masukan, mendidik mereka tentang pola pikir dan cara hidup yang lebih baik dan tanpa lelah mensosialisasikan pola pikir dan cara hidup lebih baik melalui berbagai media.” Kata Kak Javent

Di era yang serba canggih ini, pemuda menjadi harapan di setiap langkah dalam memajukan bangsa Indonesia. Pemuda lah yang menjadi tumpuan para generasi terdahulu dalam mengembangkan gagasan-gagasan untuk mengembangkan bangsa Indonesia. Pemuda dilatih agar mampu menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat dan bisa dikenal oleh masyarakat luas. Banyak wadah yang dapat digunakan dalam mengembangkan gagasan-gasan para pemuda seperti kegiatan karang taruna, unit kegiatan mahasiswa, dan ekstrakurikuler. Namun adanya pandemi covid-19 ini menjadi penghambat dalam melakukan kegiatan yang dilakukan secara offline. Namun pandemi bukanlah penghalang bagi pemuda dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti webinar untuk menambah pengetahuannya disaat harus di rumah saja. Tentunya pemuda harus memnafaatkan waktu sebaik mungkin untuk mengembangkan dirinya untuk mempersiapkan bonus demografi ke depannya meskipun dalam masa pandemi.

Atas dasar itulah, Racana Udayana-Mahendradatta Universitas Udayana menyelenggarakan sebuah kegiatan yang bermanfaat tentunya untuk kalangan pemuda agar mampu menambah pengetahuan dan wawasan peserta mengenai Sinergi Pemuda Untuk Negeri di tengah pandemi agar peserta dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk hal yang lebih bermanfaat. Semoga pembahasan yang telah diberikan oleh pembicara mampu menginspirasi peserta untuk menciptakan gagasan-gagasan baru demi memajukan bangsa Indonesia.